Topuria kembali Desember menjadi kemungkinan yang disebutkan oleh timnya menyusul pemulihan cepat setelah kekalahan di ajang terbaru. Pelatih Illya Topuria menilai kondisi fisik petarung itu menunjukkan perbaikan signifikan sehingga target kembali bertarung pada akhir tahun mengemuka.

Illya Topuria (Georgia/Spanyol) menelan kekalahan pada 15 lalu dalam partai utama UFC Freedom 250, kalah dari Justin Gaethje (AS) melalui TKO akibat dokter menghentikan pertandingan pada ronde keempat. Kekalahan tersebut mengakhiri catatan tak terkalahkan Topuria yang sebelumnya tercatat 17-0.
Evaluasi kondisi oleh pelatih
Dalam wawancara terbaru yang dikutip media internasional, pelatih Jesús Gallo menjelaskan perubahan visual pada kondisi Topuria setiap harinya. “Dia terlihat seperti orang yang benar-benar berbeda dari hari ke hari,” ujar Gallo, menggambarkan berkurangnya pembengkakan dan memudarnya lebam pada wajah sang atlet.
Gallo menambahkan bahwa meskipun masih ada rasa tidak nyaman, bekas pukulan yang sangat tampak langsung setelah laga kini hampir hilang. “Pembengkakan di wajah banyak berkurang, bahkan jika dilihat kasat mata, dalam seminggu mungkin tidak akan terlihat lagi,” kata pelatih itu, menggambarkan proses pemulihan yang berlangsung cepat.
Topuria kembali Desember: estimasi waktu pemulihan
Mengenai durasi pemulihan, Gallo memaparkan bahwa menurut pemeriksaan medis tidak ditemukan patah pada orbital (bonggol mata), sehingga dokter memperkirakan proses penyembuhan natural dapat tuntas dalam 6–8 minggu. Pernyataan ini menjadi dasar optimisme tim tentang kembalinya Topuria ke arena.
Namun Gallo juga mengingatkan bahwa kembali ke aktivitas penuh, khususnya latihan gulat dan latihan intens lainnya, membutuhkan waktu tambahan. Untuk mencapai kondisi latihan kompetitif yang aman, ia memperkirakan minimal dibutuhkan 2–3 bulan sejak cedera untuk pemulihan menyeluruh sebelum memulai persiapan pertandingan lagi.
Peluang dan syarat revanche dengan Gaethje
Topuria sendiri dikabarkan menginginkan revanche melawan Justin Gaethje. Pelatihnya menyatakan bahwa apabila ada keputusan untuk menggelar ulang duel tersebut, kemungkinan waktu pelaksanaannya bisa jatuh pada Desember tahun ini, tergantung perkembangan pemulihan dan keputusan pihak terkait.
Sementara itu, kubu Gaethje disebut telah menyampaikan bahwa tidak ada rencana untuk langsung melakukan pertandingan ulangan dalam waktu dekat. Selain itu, Gallo menegaskan bahwa jalannya pertandingan ulang juga bergantung pada hasil yang bisa dicapai Topuria setelah pulih—misalnya mengalahkan petarung top peringkat ringan—karena faktor peringkat dan agenda promosi turut menentukan kemungkinan itu.
Keputusan akhir di tangan penyelenggara
Gallo menutup keterangan dengan menegaskan bahwa keputusan akhir soal jadwal dan lawan tetap berada di tangan organisasi penyelenggara. “Semua pilihan ada pada UFC,” kata sang pelatih, menandai bahwa klub maupun atlet hanya dapat mengajukan dan menyiapkan diri, namun otoritas penentuan pasangan serta tanggal berada pada promotor.
Saat ini tim Topuria terus memantau proses penyembuhan dan menyesuaikan program pemulihan agar sang petarung bisa kembali ke performa puncak. Meski optimisme muncul dari perkembangan fisik, pihak tim dan federasi diperkirakan akan menimbang cermat sebelum menetapkan jadwal pertandingan baru.
Situasi ini menyisakan beberapa variabel: kecepatan pemulihan medis, kesiapan fisik untuk latihan penuh, serta keputusan promotor mengenai calon lawan dan waktu yang tepat. Semua faktor tersebut akan menentukan apakah rencana “Topuria kembali Desember” bisa terealisasi atau harus ditunda lebih lama.
