Josko Gvardiol mengakui akan merindukan kehadiran John Stones dan Bernardo Silva di skuad Manchester City setelah kedua pemain senior itu pergi pada bursa musim panas ini. Gvardiol menyebut rindu Stones dan Bernardo adalah hal yang wajar mengingat kedekatan mereka selama bergaung bersama di tim utama.

Bek yang sempat memperkuat City selama tiga musim itu mengingat momen-momen di dalam dan di luar lapangan bersama kedua pemain yang kontraknya tidak diperpanjang. Stones kini berlabuh ke Inter Milan sementara Bernardo melanjutkan kariernya ke Real Madrid.
Gvardiol Rindu Stones dan Bernardo
Dalam pernyataannya, Gvardiol mengaku John Stones menjadi sosok penting baginya sejak awal kedatangannya. “Ketika saya masih muda, saya tidak akan mengatakan John adalah idola saya karena saya sudah menjadi bek, tetapi dia adalah salah satu bek terbaik,” ujar Gvardiol, mengenang peranan Stones di lini belakang. Ia juga bercerita soal kebiasaan pribadi yang menunjukkan kedekatan mereka: setiap musim, Gvardiol masih meminta Stones menandatangani kausnya.
Kenangan Tiga Musim Bersama
Gvardiol menuturkan bahwa kebersamaan mereka tidak hanya berlangsung di sesi latihan atau pertandingan. Hubungan dekat itu membuat suasana ruang ganti menjadi tempat belajar bagi pemain-pemain muda. Gvardiol menyebut hubungan mereka lebih dari sekadar rekan setim; mereka kerap berbagi pengalaman dan dukungan satu sama lain selama tiga musim terakhir.
Perasaan kehilangan menjadi wajar ketika dua figur senior yang memberi pengaruh besar meninggalkan klub. Gvardiol, sebagai pemain yang masih relatif muda dalam skuat, menyadari pentingnya peran sosok-sosok berpengalaman untuk stabilitas tim, baik di lapangan maupun dalam rutinitas sehari-hari.
Perpisahan Karena Kontrak Berakhir
Kepergian Stones dan Bernardo terjadi setelah kontrak mereka habis dan tidak diperpanjang oleh pihak klub. Langkah itu mengakhiri babak baru bagi keduanya: Stones memilih melanjutkan kiprah di Inter Milan, sementara Bernardo Silva berlabuh ke Real Madrid. Gvardiol menghormati keputusan tersebut dan mengapresiasi kontribusi yang telah diberikan oleh kedua pemain selama masa kebersamaan mereka.
Walau kehilangan figur-figur penting, Gvardiol menekankan bahwa kehidupan klub akan terus berjalan. Ia menambahkan bahwa perpindahan pemain adalah bagian dari dinamika sepak bola modern, tetapi kenangan dan pelajaran yang ditinggalkan akan tetap berharga bagi generasi pemain berikutnya.
Doa dan Harapan untuk Masa Depan
Meski berpisah, Gvardiol tidak menyimpan rasa marah atau kekecewaan. Ia memilih mendoakan yang terbaik untuk karier Stones dan Bernardo di klub baru mereka. “(Kami) sangat dekat,” kata Gvardiol singkat, menegaskan bahwa hubungan personal mereka tetap terjaga meski kini berpisah jalur kompetitif.
Keberangkatan dua pemain berpengaruh ini juga membuka lembaran baru bagi skuad lama. Bagi Gvardiol dan rekan-rekannya, tantangan berikutnya adalah mengisi celah kepemimpinan dan menjaga konsistensi performa tim. Sementara itu, Stones dan Bernardo menatap peluang baru di liga berbeda, membawa pengalaman dan kualitas yang mereka miliki ke klub masing-masing.
Gvardiol menutup keterangannya dengan nada positif, menegaskan bahwa meski rindu Stones dan Bernardo akan terasa, ia menerima perubahan sebagai bagian dari perjalanan karier profesional. Ia juga berharap kedua pemain sukses dan tetap menjaga hubungan baik yang telah terjalin selama ini.
