Kecelakaan Alonso menjadi momen menentukan dalam sesi kualifikasi di Misano setelah insiden yang terjadi di tikungan 10. Alberto Fernández kehilangan kendali motor, terjatuh, dan tanpa sempat menghindar David Alonso yang berada tepat di belakang ikut terseret, sehingga harapan awal dari sesi latihan yang menjanjikan berubah menjadi perjuangan untuk bangkit.

Meskipun sempat terlihat emosi usai melihat motornya tergeletak, pembalap Aspar Team itu akhirnya menyadari bahwa kecelakaan tersebut bagian dari bumbu sirkuit dan keberuntungan yang berubah-ubah. Dalam kualifikasi kedua yang menutup urutan start untuk lomba Minggu, Alonso hanya mampu mencatatkan waktu terbaik di urutan ke-17.
Kecelakaan Alonso: kronologi insiden
Insiden terjadi saat sesi qualy 2 di Sirkuit Misano, ketika irama balapan sedang memanas menjelang penentuan pole. Alberto Fernández tiba-tiba kehilangan kontrol pada tikungan 10 dan terjatuh di aspal. David Alonso, yang melaju persis di belakang, tidak sempat mengelak dan ikut terseret dalam insiden tersebut. Tim garasi segera mengevakuasi kedua pembalap dari lintasan, sementara marshal dan tim teknis menertibkan area sebelum sesi dilanjutkan.
Reaksi Alonso dan suasana setelah kecelakaan
Seketika setelah melihat motornya terbaring di lintasan, Alonso menunjukkan rasa frustrasi dengan rekan yang terlibat kecelakaan. Namun emosi itu mereda beberapa saat kemudian—pembalap asal Kolombia itu mengakui bahwa nasib buruk bisa menimpa siapa saja, sebagaimana pernah ia alami di ajang-ajang sebelumnya. Timpunya kemudian mengonfirmasi kondisi Alonso dalam kondisi aman untuk melanjutkan kegiatan sesi meskipun posisinya di grid sudah terpaut.
Catatan jatuh sebelumnya dalam musim ini
Ini bukan kali pertama Alonso mengalami kecelakaan pada musim ini. Musim pembuka di Thailand berakhir serupa ketika ia mengalami gangguan akibat lubang di lintasan dan terjatuh tanpa cedera parah. Di GP Austria, ketika berada dalam persaingan untuk podium, Alonso juga mengalami jatuh akibat gangguan pada kendaraannya sendiri. Selain itu, insiden dengan Fernández bukanlah kejadian tunggal: pada salah satu seri sebelumnya di Amerika Serikat, pembalap asal Spanyol itu juga menjadi pihak yang terlibat dalam insiden yang memengaruhi Alonso.
Hasil kualifikasi dan pemecahan rekor pole
Walau mengalami kecelakaan, kualifikasi tetap dilanjutkan dan menghasilkan pole position untuk Senna Agius. Pembalap Australia itu mencetak rekor absolut di Misano dengan catatan 1:33.178, mengunci posisi terdepan untuk balapan Minggu. Sementara itu Alonso harus memulai lomba dari urutan ke-17, posisi yang secara tradisi membuatnya harus melakukan upaya ekstra untuk menembus posisi depan.
Target Alonso untuk balapan Minggu
Di sirkuit yang pernah menjadi saksi dua kemenangannya—memang pada kelas Moto3 di 2023 dan 2024—Alonso berharap mampu mengulang sentimen positif tersebut meski kali ini turun di kelas yang berbeda. Target realistisnya adalah melakukan remontada dan masuk setidaknya ke dalam lima besar, sebuah upaya yang akan menuntut keberanian, strategi pit yang matang, dan sedikit keberuntungan di lintasan.
Balapan di Misano dijadwalkan pada hari Minggu, 13 September. Lampu start untuk kelas yang memuat Alonso akan padam pada pukul 05:15 waktu Kolombia dan siaran langsung dapat disaksikan melalui ESPN dan Disney+. Kondisi grid yang menuntut aksi agresif sejak lap awal membuat tim dan pembalap harus siap secara taktis demi memperbaiki posisi sejak putaran pertama.
Sementara itu, pada sesi sprint di kelas MotoGP, Marc Márquez mengunci kemenangan usai menyalip Marco Bezzecchi di tikungan pertama dan membangun keunggulan lebih dari satu detik dalam lima lap pertama. Hasil ini menambah tensi menjelang balapan utama MotoGP pada Minggu pagi, yang akan disiarkan mulai pukul 07:00 waktu Kolombia di saluran yang sama.
Alonso kini berhadapan dengan tugas berat: memulai dari barisan tengah setelah awal pekan yang menjanjikan, menata kembali ritme balapan, dan memanfaatkan setiap kesempatan untuk merangsek ke depan. Keberhasilan atau kegagalan rencana itu akan tergantung pada keseimbangan antara agresivitas di lintasan dan kehati-hatian agar tak kembali menjadi korban insiden.
