Jungle Fight Itu: Jungle Fight Kembali ke Itu dengan Tiga Sabuk Dipertaruhkan

jungle fight itu - ilustrasi berita Jungle Fight Itu: Jungle Fight Kembali ke Itu dengan Tiga Sabuk Dipertaruhkan
0 0
Read Time:3 Minute, 24 Second

Jungle Fight Itu kembali setelah 11 tahun absen, menghadirkan card yang menempatkan tiga sabuk juara sebagai pertarungan utama. Gelaran ke-153 ini digelar pada 25 Juli 2026 di Ginásio Prudente de Moraes dan dijadwalkan disiarkan secara nasional pelos Sportv dan Combate mulai pukul 20.00.

jungle fight itu - ilustrasi berita Jungle Fight Itu: Jungle Fight Kembali ke Itu dengan Tiga Sabuk Dipertaruhkan

Acara ini mempertahankan tradisi kota yang dikenal karena julukan “besar” dengan format yang juga mengundang perhatian: tiket masuk gratis yang bisa diambil lewat situs resmi dengan syarat donasi 1 kg makanan nonperishable per orang. Seluruh bantuan akan disalurkan oleh Pemerintah Kota Itu kepada keluarga yang membutuhkan.

Jungle Fight Itu: tiga sabuk jadi sorotan

Pertarungan utama Jungle Fight 153 menampilkan perebutan sabuk kelas menengah antara juara asal São Paulo, João Dantas, melawan penantang dari Rio de Janeiro, Oton Jasse. Dantas, pemegang sabuk saat ini, mencoba melakukan pembelaan pertama setelah mengumpulkan delapan kemenangan dari sepuluh laga profesionalnya, dengan sebagian besar kemenangan diraih melalui pukulan teknis/nokaout.

Di sisi lain, Oton Jasse datang sebagai salah satu penyelesai pertandingan paling mematikan dalam kancah MMA, dengan 22 kemenangan dalam karier profesionalnya dan 20 di antaranya berakhir melalui penyelesaian. Salah satu ciri khas Jasse adalah kuncian segitiga tangan yang sering ia gunakan untuk menuntaskan lawan.

Sabuk kelas-galon dan kelas-mosca: dua duel tak terkalahkan dan duel wanita

Satu lagi sabuk yang dipertaruhkan mempertemukan dua petarung tanpa kekalahan. Juara kelas-galon Tiago Pereira—lahir di Maranhão dan berdomisili di Rio de Janeiro—mempertahankan gelarnya untuk keempat kalinya. Pereira mempertahankan rekor profesional sempurna 10-0, dengan tujuh kemenangan berakhir lebih cepat, sehingga dianggap oleh sejumlah analis sebagai salah satu bantam terbaik saat ini.

Penantangnya adalah Jhonatha Frazão, yang juga tak terkalahkan dengan catatan enam kemenangan dari enam laga profesional. Frazão berasal dari Amazonas dan kini juga berdomisili di Rio de Janeiro, membawa status invicto ke dalam pertarungan gelar tersebut.

Di divisi wanita, sabuk kelas-mosca akan menentukan apakah gelar kembali ke mantan juara Brena Cardoso atau bertahan di tangan pemegang titel saat ini atau penantang Amanda Vargas. Brena, yang pernah menjadi juara dan juga merupakan finalis pada edisi pertama Fight do Milhão, memiliki catatan 11 kemenangan dari 17 pertarungan. Lawannya, Amanda Vargas, mengantongi lima kemenangan dari sembilan pertarungan profesional terakhirnya.

Kartu lengkap dan acara pendukung

Selain tiga pertarungan sabuk tersebut, Jungle Fight 153 menampilkan sejumlah laga lain yang melibatkan atlet-atlet lokal dan nasional. Berikut kartu pertandingan yang diumumkan (dapat berubah):

Peso-médio: Oton Jasse x João Dantas
Peso-galo: Tiago Pereira x Jhonatha Frazão
Peso-mosca: Amanda Vargas x Brena Cardoso
Peso-mosca: Douglas da Silva Feitosa x Guilherme Alves
Peso-leve: Gustavo Henrique x Matheus Lima
Peso-meio-meio: Wilson Barbosa x Artur dos Santos
Peso-meio-meio: Lucas Karateca x Igor Zanuncio
Peso-pena: Johnny The Animal x Manoel Aranha
Peso-pena: Kevin Camargo x Caio Viking
Peso-leve: Ofir Pereira x Max Silveira
Peso-galo: Anderson Gabriel x Thiago Ferreira Santos
Peso-mosca: Peter Correa x Vinicius Santos
Peso-palha: Alana Viduani x Giovanna Sardinha Pontes

Panitia juga merencanakan eliminasi Jungle pada hari Jumat sebelumnya, yang memberi kesempatan bagi petarung lokal tampil di kartu utama Sabtu malam, memperkuat ikatan antara organisasi dan komunitas setempat.

Pernyataan penyelenggara dan dukungan pemerintah setempat

Presiden Jungle Fight, Wallid Ismail, menyatakan kegembiraannya atas kembalinya event ke Itu dan menegaskan bahwa kota itu selalu menjadi salah satu rumah bagi organisasi. Ia menyoroti keindahan alam kota dan pentingnya memberi kesempatan bagi atlet daerah untuk unjuk kemampuan di panggung yang lebih besar.

Walikota Herculano Passos, mitra lama penyelenggara, menilai agenda seperti ini bukan hanya soal olahraga, tetapi juga promosi kota, peluang bagi generasi muda, dan dorongan ekonomi melalui pariwisata. Ia menyampaikan rasa terima kasih atas kolaborasi panjang yang menurutnya menempatkan Itu pada peta nasional dan internasional.

Jungle Fight 153 menandai kembalinya penyelenggara ke Itu untuk kelima kalinya sejak mereka pertama kali tampil di kota itu, menguatkan hubungan yang berlangsung lebih dari satu dekade antara organisasi dan pemerintah setempat.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %