Isack Hadjar akhirnya memutuskan untuk tidak tampil pada Grand Prix Belanda di Zandvoort setelah mengalami cedera pada pergelangan tangan. Keputusan ini diambil meski sempat ada niat untuk mencoba balapan di akhir pekan tersebut, dan membuat tim menunggu hingga saat-saat terakhir sebelum menarik keputusan.

Hadjar mengalami cedera saat sedang berlibur musim panas; ada kabar dari paddock yang menyebut cedera itu terjadi di gym dan mungkin terkait latihan tinju. Meski demikian, ia bersedia mengambil risiko untuk kembali berlomba, hingga akhirnya memilih menunda kepulangannya ke lintasan demi proses pemulihan.
Keputusan: Hadjar Tidak Tampil di Zandvoort
Putusan Hadjar untuk mundur dari Zandvoort tak datang begitu saja. Tim memantau kondisinya dan sempat menunggu konfirmasi sampai detik terakhir, namun pada Jumat tim telah memasang Liam Lawson sebagai pengganti pada mobil yang seharusnya dikendarai Hadjar. Keputusan resmi menyatakan bahwa tidak ada pemaksaan terhadap kembalinya pembalap muda itu pada keadaan yang belum pulih sepenuhnya.
Pembicaraan Telepon yang Menentukan
Salah satu momen kunci dalam proses pengambilan keputusan adalah percakapan telepon antara Hadjar dan Marc Márquez. Keduanya terhubung berkat fisioterapis yang sama, sehingga Hadjar menghubungi Márquez untuk berkonsultasi soal risiko mempercepat kembali berlaga. Berdasarkan informasi dari lingkungan paddock, saran Márquez menjadi faktor penentu agar Hadjar tidak mengambil risiko.
Nasihat Berbasis Pengalaman Pribadi
Márquez memberi peringatan berdasarkan pengalaman pribadinya yang pahit. Pada musim 2020, ia mengalami patah humerus kanan akibat kecelakaan saat Grand Prix Spanyol di Jerez. Meski sudah menjalani operasi, Márquez sempat kembali naik motor hanya empat hari setelah operasi itu dan berlomba di sirkuit yang sama. Kembalinya yang terburu-buru itu berujung buruk: pelat titanium yang dipasang untuk menstabilkan patahan bergeser dan ia harus kembali dioperasi.
Pengalaman itu membuat Márquez menyadari konsekuensi dari keputusan kembali terlalu cepat. Ia sendiri kemudian mengakui bahwa keputusan untuk balapan kembali dalam kondisi belum pulih sepenuhnya adalah salah satu kekeliruan terbesar dalam kariernya. Nasihat itu kemudian disampaikan kepada Hadjar, yang memilih untuk mengikuti saran tersebut demi keselamatan jangka panjang.
Dampak pada Tim dan Pengganti
Keputusan Hadjar memberi konsekuensi langsung bagi susunan tim pada akhir pekan balapan. Liam Lawson naik menggantikan posisi Hadjar di mobil pada hari Jumat, dan organisasi tim menyesuaikan strategi tanpa menempatkan kesehatan pembalap sebagai taruhan. Tim menegaskan prioritas pada pemulihan penuh pembalap ketimbang hasil jangka pendek di sirkuit.
Sikap itu mencerminkan kehati-hatian yang meningkat di paddock, di mana tim dan pembalap diingatkan untuk tidak mengabaikan risiko cedera demi mengejar penampilan instan. Keputusan Hadjar menunjukkan bahwa pendapat dari sesama pembalap berpengalaman, ditambah masukan tim medis, masih berperan penting dalam menentukan langkah yang terbaik.
Penilaian Risiko dan Prospek Hadjar
Bagi Hadjar, menunda kembali ke lintasan berarti memprioritaskan proses rehabilitasi. Meskipun sempat ada keinginan kuat untuk segera pulih dan berlomba, pertimbangan terhadap konsekuensi jangka panjang menjadi alasan utama untuk bersabar. Langkah ini juga memberi waktu bagi tim medis dan fisioterapis untuk memastikan bahwa kondisinya benar-benar aman sebelum merencanakan program pemulihan yang terukur.
Ke depan, perhatian akan tertuju pada perkembangan kondisi Hadjar dan jadwal pemulihannya. Tim akan terus melakukan evaluasi medis sebelum mengumumkan kepastian kapan ia bisa kembali berlaga secara kompetitif. Sementara itu, Liam Lawson dan pengganti lainnya mengambil peran untuk menjaga performa tim selama ketiadaan Hadjar di Zandvoort.
