Askren Cejudo kembali menjadi perbincangan setelah dua petarung itu sama-sama kalah dalam laga terbaru mereka di organisasi RAF. Ben Askren secara terbuka menertawakan penampilan Henry Cejudo yang kehabisan tenaga dalam kekalahannya, sambil menyindir bahwa lawan harus lebih rajin berlatih.

Pernyataan itu terasa kontras karena beberapa hari sebelumnya Askren sendiri mengalami kekalahan di panggung yang sama. Pada RAF 11, 18 Juli, Askren menjalani laga pertamanya sejak melewati masa kritis dan transplantasi ganda paru, namun kalah lewat keputusan dari Belal Muhammad.
Askren Cejudo: Sindiran terbuka dari Askren
Ben Askren tidak menahan diri ketika membahas penampilan Henry Cejudo. Dalam komentarnya, Askren menyampaikan sindiran yang cukup lugas: “Kamu harus masuk dan berlatih sedikit.” Ucapan tersebut menggambarkan kekecewaan Askren terhadap performa Cejudo yang terlihat kehilangan napas atau tenaga selama pertarungan yang berujung kekalahan.
Birahi untuk bersaing dan standar kebugaran menjadi pokok kritik Askren. Meski kedua petarung sama-sama mengalami hasil buruk di catatan pertandingan terakhir mereka, respons Askren menekankan bahwa persiapan fisik adalah hal mendasar yang tak boleh diabaikan dalam level kompetisi semacam RAF.
Pertarungan Askren di RAF 11 dan latar belakang medis
Pada 18 Juli, Askren kembali naik ring untuk pertama kali setelah menjalani transplantasi paru ganda yang merupakan bagian dari pemulihan dari pengalaman nyaris maut. Meski upaya comeback dihormati oleh banyak pihak, hasil akhir tidak berpihak pada Askren: ia kalah lewat keputusan dari Belal Muhammad.
Kekalahan itu menandai titik yang kompleks bagi Askren: di satu sisi ada kebanggaan karena mampu kembali berlaga pasca operasi besar; di sisi lain ada kenyataan bahwa kemampuan fisik di atas ring belum kembali ke tingkat ideal untuk meraih kemenangan melawan kompetitor tangguh.
Baca juga: Anthony Smith Ditangkap dan Dihadapkan pada Dakwaan Kekerasan Rumah Tangga, Ancaman Teroris, dan…
Reaksi terhadap penampilan Cejudo
Komentar Askren terhadap Cejudo memunculkan pro dan kontra. Bagi sebagian pihak, candaan dan sindiran itu dianggap sebagai bagian dari budaya trash talk yang kerap menghiasi dunia mixed martial arts. Namun bagi yang lain, sikap tersebut dinilai tidak sensitif mengingat kondisi fisik dan persiapan atlet yang berbeda-beda sebelum bertanding.
Askren sendiri tampak menilai bahwa alasan kekalahan—dalam hal ini Cejudo yang dinilai kehabisan tenaga—adalah masalah yang bisa diatasi dengan persiapan lebih intensif. Pernyataan seperti itu menempatkan tanggung jawab pada rutinitas latihan serta kesiapan fisik menjelang laga.
Makna bagi karier dan langkah ke depan
Kedua hasil kekalahan ini menjadi titik penuh makna dalam perjalanan karier Askren dan Cejudo. Bagi Askren, meski kekalahan menyakitkan, ada nilai penting dalam proses kembali setelah operasi besar. Bagi Cejudo, kritikan terbuka dari rekan sesama mantan juara memberi tekanan tambahan untuk mengevaluasi program latihan dan kondisi saat ini.
Pada akhirnya, komentar-komentar seperti yang disampaikan Askren mencerminkan dinamika kompetisi tinggi di dunia MMA: penampilan atlet selalu menjadi bahan penilaian, dan reaksi antarpejuang kerap memperpanas perdebatan tentang persiapan, etika, dan profesionalisme di atas ring.
Apa yang tersisa bagi penggemar dan pengamat
Bagi penonton dan pengamat, kejadian ini membuka ruang diskusi yang lebih luas tentang bagaimana atlet harus mempersiapkan diri serta bagaimana wajar dan tidaknya reaksi antar-petarung pada hasil pertandingan. Sindiran Askren terhadap Cejudo menjadi salah satu momen yang mengundang perhatian dan memperlihatkan bahwa rivalitas di dalam maupun luar ring masih menjadi bagian tak terpisahkan dari olahraga kontak seperti MMA.
Dengan kedua petarung yang kini menghadapi tantangan masing-masing—Askren pasca-transplantasi dan kekalahan, Cejudo dengan kritik terkait kebugaran—catatan hasil terbaru di RAF menegaskan bahwa perjalanan menuju puncak kompetisi bukanlah garis lurus, melainkan rangkaian ujian fisik dan mental yang mesti dilalui.
