Pramono: Penanganan Tawuran Manggarai Perlu Pendekatan Positif, Bukan Sekadar Represif

tawuran manggarai - ilustrasi berita Pramono: Penanganan Tawuran Manggarai Perlu Pendekatan Positif, Bukan Sekadar…
0 0
Read Time:2 Minute, 35 Second

Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa penanganan tawuran Manggarai tidak cukup hanya dengan tindakan represif. Ia menekankan pentingnya pendekatan mendasar yang mendorong kegiatan positif bagi anak-anak muda sebagai upaya pencegahan yang lebih berkelanjutan.

tawuran manggarai - ilustrasi berita Pramono: Penanganan Tawuran Manggarai Perlu Pendekatan Positif, Bukan Sekadar…

Selain itu, Pramono mengatakan pemerintah provinsi terus berkoordinasi dengan aparat penegak hukum untuk merespons kasus-kasus kekerasan jalanan tersebut. Pernyataan itu disampaikan kepada awak media saat menemui jemaat di Gereja, menunjukkan perhatian pemerintah terhadap dinamika keamanan di tingkat lokal.

Tawuran Manggarai dan pendekatan Pemprov

Menurut Pramono, fokus penanganan harus melampaui tindakan penindakan semata. Ia menggarisbawahi bahwa upaya jangka panjang, seperti pembukaan ruang kegiatan positif untuk pemuda, dapat mengurangi risiko terjadinya tawuran. Pendekatan semacam ini dianggap lebih tahan lama dibandingkan sekadar menyikapi insiden setelah terjadi.

Koordinasi dengan penegak hukum

Dalam kesempatan yang sama, Pramono menyatakan bahwa pemerintah provinsi telah melakukan komunikasi intensif dengan pihak kepolisian. “Hal yang berkaitan dengan tawuran, kami sudah melakukan koordinasi dengan Kapolda dan juga dengan jajaran penegak hukum,” kata Pramono kepada awak media di Gereja. Pernyataan itu menegaskan bahwa langkah penegakan hukum tetap menjadi bagian dari respons pemerintah terhadap kekerasan antar kelompok.

Menjaga keseimbangan antara penegakan dan pencegahan

Gubernur menekankan pentingnya keseimbangan antara penindakan hukum dan upaya preventif. Langkah penegakan hukum diperlukan untuk menegaskan aturan dan memberikan efek jera, sementara program pencegahan menjadi kunci untuk mengatasi akar penyebab konflik di kalangan remaja dan pemuda.

Upaya preventif yang dimaksud mencakup penyediaan ruang bagi anak muda untuk menyalurkan energi dan bakat secara positif. Menurut pernyataan pejabat provinsi, pendekatan ini diharapkan mampu mengurangi ketertarikan generasi muda terhadap praktik-praktik kekerasan kelompok yang merugikan komunitas.

Dorongan kegiatan positif bagi generasi muda

Pemprov DKI, kata Pramono, memilih untuk mendorong kegiatan produktif yang melibatkan anak-anak muda sebagai bagian dari strategi pencegahan. Walaupun ia tidak merinci program tertentu dalam pernyataannya kepada media, arah kebijakan itu menempatkan pembangunan sosial dan kegiatan komunitas sebagai aspek penting dalam mengatasi konflik jalanan.

Penguatan kegiatan positif dapat meliputi pelibatan komunitas, pembinaan bakat, dan ruang berkegiatan yang aman untuk remaja. Dalam kerangka kebijakan publik, langkah-langkah tersebut dipandang sebagai cara untuk membangun ikatan sosial yang lebih kuat dan mengurangi ruang bagi kelompok-kelompok yang mudah terpancing untuk terlibat tawuran.

Pramono juga menyinggung peran aparat penegak hukum dalam menjaga ketertiban. Koordinasi antara pemerintah daerah dan kepolisian dianggap penting agar respons terhadap insiden berjalan cepat dan tepat, sementara upaya pencegahan terus berjalan di tingkat akar rumput.

Sikap yang ditekankan gubernur mencerminkan perpaduan dua pendekatan: memastikan ada konsekuensi hukum bagi pelaku kekerasan sekaligus menyediakan alternatif positif bagi generasi muda yang rentan terjebak dalam dinamika kelompok. Pendekatan ini menempatkan pencegahan dan penegakan hukum sebagai dua pilar yang saling melengkapi.

Dengan menegaskan bahwa penanganan tawuran Manggarai memerlukan pendekatan yang lebih komprehensif, Pramono mengajak berbagai pihak untuk bersinergi. Pemerintah provinsi, aparat penegak hukum, serta komunitas lokal diharapkan bekerja bersama untuk menciptakan lingkungan yang lebih aman dan kondusif bagi perkembangan anak-anak muda di wilayah terdampak.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %