mu88bz.com – Jakarta, 30 November 2025 Perhelatan atletik tingkat sekolah berlangsung sukses di Kudus. MilkLife Athletics Challenge Serie 2 2025 menarik perhatian ribuan pelajar. Sebanyak 2.188 atlet pelajar ambil bagian dalam ajang pembinaan yang berfokus pada regenerasi atletik nasional ini.
Acara akbar ini bernama MilkLife Athletics Challenge Serie 2 2025. Penyelenggara menghelatnya di Supersoccer Arena, Kudus, pada 26-29 November. Partisipasi mencapai rekor. Sebanyak 2.188 murid berasal dari 184 sekolah dasar (SD), madrasah ibtidaiyah (MI), sekolah menengah pertama (SMP), madrasah tsanawiyah (MTS), dan sekolah menengah atas (SMA) dari seluruh Kudus. Pada dasarnya, acara ini bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga menjadi festival olahraga yang melibatkan seluruh jenjang pendidikan.
Matriks Kompetisi: 4 Divisi dan 22 Nomor Lomba
MilkLife Athletics Challenge menampilkan keragaman yang luar biasa. Panitia mengelompokkan peserta ke dalam 4 divisi umur utama: KU 10, KU 12, KU 15, dan KU 18. Mereka melombakan 22 nomor yang meliputi seluruh spektrum gerak dasar atletik.
Nomor-nomor yang dipertandingkan meliputi disiplin lari jarak pendek, sedang, hingga jauh:
- Lari 60 meter, Lari 80 meter, Lari 100 meter
- Lari 400 meter, Lari 1.000 meter, Lari 1.500 meter, Lari 3.000 meter
- Jalan cepat 2.000 meter, Jalan cepat 3.000 meter
Selain itu, ajang ini juga menampilkan nomor estafet yang menarik, seperti lari estafet 5 x 80 meter, lari estafet 8 x 50 meter mixed, lari estafet 4 x 100 meter, dan lari estafet 4 x 400 meter mixed. Oleh karena itu, untuk disiplin teknik, panitia mengadakan lompat jauh, lompat jangkit, tolak peluru, lempar lembing, dan lempar cakram. Terlebih lagi, MilkLife Athletics Challenge menyertakan lomba beregu yang unik seperti Kanga’s Escape, Formula 1, Frog Jump, dan Turbo Throw. Variasi ini memastikan bahwa setiap anak dapat menemukan bakat atletik mereka.
BACA JUGA : Kunci Konsistensi Maliq Abbyzandharu Kazuo Raih Juara Nasional New Gen 2025
Misi Berkesinambungan: Dari Sekolah ke Porprov
Noor Akhmad, Ketua Bidang Pembinaan dan Prestasi PASI Kabupaten Kudus, menekankan pentingnya ajang ini sebagai sarana pembinaan. “MilkLife Athletics Challenge memberikan ruang kepada atlet Kudus agar memiliki wadah untuk berkompetisi sebagai bagian dari pembinaan yang berkesinambungan mulai dari tingkat SD/MI, SMP/MTS hingga SMA,” kata Noor Akhmad.
PASI mendorong para atlet untuk bergabung di klub. Mereka berharap atlet-atlet tersebut dapat menembus kompetisi ke tingkat yang lebih tinggi. Bahkan, tim Kudus untuk Porprov nanti diperkuat oleh atlet-atlet jebolan MilkLife Athletics Challenge ini. Dengan demikian, ajang ini memainkan peran vital dalam menyiapkan pipeline atlet daerah menuju prestasi nasional.
Filosofi Mother of Sport dan Pembentukan Karakter
Program Director Bakti Olahraga Djarum Foundation, Yoppy Rosimin, menjelaskan bahwa MilkLife Athletics Challenge memiliki misi yang lebih besar daripada sekadar mencari pemenang. Penyelenggara bertujuan untuk memberikan pengalaman bertanding yang menyenangkan sekaligus memperkenalkan gerak dasar atletik sejak usia dini.
“Atletik merupakan mother of sport yang mudah untuk dilatih dan dipelajari,” kata Yoppy. Sementara itu, ia menyebut ini adalah pengalaman yang menarik bagi para siswa. Pengalaman ini nantinya bisa membantu mereka lebih mendalami dan mampu menorehkan prestasi membanggakan di masa mendatang.
Meskipun demikian, selain melatih fisik dan teknik, ajang ini diharapkan mampu membangun karakter positif para peserta. Karakter yang dibangun meliputi percaya diri, sportivitas, tanggung jawab serta kejujuran. Maka dari itu, peran sekolah dan orang tua sangat penting. “Kami berharap sekolah dan orang tua terus memberikan dukungan kepada calon-calon atlet harapan bangsa ini untuk terus mengasah talentanya,” sambungnya.
Kesimpulan: Landasan Prestasi Atletik Kudus
MilkLife Athletics Challenge Serie 2 2025 sukses menjadi landasan kuat bagi pengembangan atletik di Kudus. Keterlibatan 2.188 pelajar menandakan antusiasme yang tinggi terhadap olahraga dasar ini. Ajang ini memastikan bahwa bibit-bibit unggul mendapatkan wadah kompetisi yang sesuai dengan usia mereka. Sebagai akibatnya, dukungan dari PASI dan Djarum Foundation menjamin bahwa pembinaan dapat berjalan secara terstruktur dan berkesinambungan. MilkLife Athletics Challenge terbukti menciptakan masa depan cerah bagi atletik di Jawa Tengah.
BACA JUGA : Guncangan Gelar: Diskualifikasi McLaren F1 di Las Vegas Membuka Pintu Abu Dhabi
