mu88bz Jadwal & Hasil,Sepak Bola,Tim & Liga Akhir Sebuah Era: Rekor Galatasaray UCL di Kandang Runtuh Setelah 33 Laga

Akhir Sebuah Era: Rekor Galatasaray UCL di Kandang Runtuh Setelah 33 Laga

Rekor Galatasaray UCL

0 0
Read Time:4 Minute, 24 Second

mu88bz.com – Istanbul, 26 November 2025 Sebuah sejarah panjang akhirnya terhenti di Istanbul. Rekor Galatasaray UCL Rentetan 33 pertandingan tak tersentuh kekalahan Galatasaray di Rams Park, yang terjaga sejak lama, akhirnya berakhir pahit. Sayangnya, raksasa Istanbul itu mengalami kekalahan 0-1 dari Union Saint-Gilloise pada lanjutan fase liga Liga Champions (UCL), Rabu (26/11/2025) dini hari WIB. Di hadapan puluhan ribu pendukungnya yang fanatik, Aslan (julukan Galatasaray) dipaksa menyerah oleh taktik tajam tim Belgia tersebut.

Di atas kertas, Galatasaray tampil sebagai favorit mutlak. Prediksi ini berdasarkan performa impresif mereka sejauh ini di UCL dan posisi mereka di puncak Super Lig Turki. Namun demikian, kenyataan di lapangan menunjukkan cerita berbeda. Union Saint-Gilloise justru tampil lebih tajam, berani menekan, dan langsung menebar ancaman sejak menit pembuka pertandingan. Kemenangan ini menjadi tonggak sejarah bagi Union Saint-Gilloise dan memukul mental para pemain Galatasaray.


Babak Pertama yang Penuh Drama Tiang Gawang

Intensitas pertandingan sudah terasa sejak awal. Galatasaray berusaha mengendalikan penguasaan bola, tetapi Union memainkan pressing tinggi. Di pertengahan babak pertama, peluang emas hadir untuk penyerang Union, Promise David. Bola liar hasil umpan silang mengarah tepat kepadanya. Meskipun demikian, tendangan jarak dekat David gagal menemukan sasaran dan melintas tipis di sisi kanan gawang. Sebuah kesempatan yang seharusnya mampu mengubah jalannya pertandingan.

Galatasaray sempat membalas lewat aksi playmaker asal Brasil, Gabriel Sara. Tembakan jarak jauhnya mengenai tiang gawang dan memantul keluar, membuat seluruh stadion sontak terdiam karena nyaris tercipta gol. Di sisi lain, dominasi sesaat itu tidak mempengaruhi mental Union.

Ross Sykes dari Union hampir memecah kebuntuan. Sundulan kerasnya berujung membentur mistar gawang. Dua kali bola menghantam kayu gawang dari kedua kubu, menunjukkan betapa ketatnya pertahanan kedua tim. Akan tetapi, tidak ada gol yang tercipta hingga wasit meniup peluit tanda turun minum.

BACA JUGA : Kekecewaan Setelah Kekalahan: Pep Guardiola Mengamuk dan Akui Rasa Malu

Galatasaray Kecolongan: Rekor Galatasaray UCL Terancam

Meskipun tengah memuncaki Super Lig, Galatasaray tampil tidak sekompak biasanya. Mereka memperlihatkan kesulitan dalam menciptakan peluang nyata. Dan hanya butuh waktu kurang dari 15 menit sejak babak kedua dimulai untuk petaka itu datang. Ini adalah awal buruk bagi usaha tim Turki mempertahankan Rekor Galatasaray UCL di kandang.

Union Saint-Gilloise membuka skor pada menit ke-57 melalui rangkaian serangan yang sangat terstruktur. Raul Florucz mengirimkan umpan terobosan matang kepada Adem Zorgane. Selanjutnya, Zorgane melepaskan assist mendatar ke arah gawang. Promise David, yang sebelumnya menyia-nyiakan peluang, kali ini sukses menuntaskan umpan tersebut dengan sontekan pendek. Gol tersebut menjadi gol pertama pertandingan, menggetarkan publik Istanbul.

Ironisnya, David baru saja lolos dari hukuman kartu merah beberapa menit sebelumnya. Insiden benturan kerasnya dengan kiper Ugurcan Çakır dinilai wasit tidak cukup kuat untuk diganjar kartu kuning kedua. Meskipun wasit mengambil keputusan tersebut, David memanfaatkan “kesempatan kedua” ini dengan baik untuk membayar kegagalannya.


Ujian Mental: Bermain dengan 10 Orang

Tertinggal di rumah sendiri membuat Galatasaray mengerahkan seluruh intensitas serangan. Gabriel Sara kembali menebar bahaya lewat sundulannya. Namun, kiper Kjell Scherpen tampil sigap menepis bola. Setelah itu, dari tendangan sudut berikutnya, bek Davinson Sánchez mendapatkan peluang yang seharusnya bisa menyamakan kedudukan. Sayangnya, tendangannya melambung tinggi meskipun gawang sudah hampir kosong. Momen ini menggambarkan betapa tumpulnya Galatasaray sepanjang laga, menambah frustrasi pendukung.

Situasi semakin memburuk bagi Galatasaray di menit-menit akhir. Arda Unyay, pemain muda yang baru dimasukkan di babak kedua, harus meninggalkan lapangan lebih cepat akibat kartu kuning kedua menjelang laga usai. Sebagai akibatnya, dengan 10 pemain dan waktu yang terus habis, Galatasaray tidak mampu lagi menembus pertahanan rapat Union Saint-Gilloise. Union sukses mengunci kemenangan yang sangat berharga.

Pelatih Galatasaray, Okan Buruk, mengakui kekecewaan besar. Ia menyebut bahwa timnya kehilangan fokus. Ia juga menggarisbawahi bahwa kehilangan kendali emosi dan kartu merah membuat mereka mengalami kesulitan ganda. Tentu saja, kekalahan 0-1 ini merupakan pil pahit, mengingat rekor fantastis yang baru saja runtuh di Rams Park.


Implikasi dan Pukulan Psikologis

Kekalahan ini memberikan pukulan psikologis yang signifikan bagi tim. Rekor 33 laga tak terkalahkan di kandang adalah simbol dominasi mereka. Dengan demikian, runtuhnya Rekor Galatasaray UCL ini dapat mempengaruhi kepercayaan diri mereka untuk sisa musim. Meskipun Galatasaray masih memuncaki Liga Turki, performa di UCL menunjukkan bahwa mereka memiliki pekerjaan rumah besar. Mereka perlu meningkatkan efektivitas serangan.

Statistik pertandingan memperkuat narasi ini: Galatasaray memiliki penguasaan bola 66% (552 umpan) berbanding 34% (290 umpan) milik Union. Namun, jumlah tembakan ke gawang (Shots on target) Union justru lebih unggul, 5 berbanding 3. Ini membuktikan bahwa tim Belgia bermain lebih efisien dan efektif dalam melakukan serangan balik. Union tahu persis bagaimana cara menghukum kelemahan Galatasaray.

Oleh karena itu, Okan Buruk harus segera mencari solusi taktis. Ia perlu mengatasi masalah finishing timnya dan mengembalikan ketenangan emosional pemain. Pertandingan UCL berikutnya akan menjadi ujian sesungguhnyanya. Mereka harus membuktikan bahwa kekalahan di kandang ini hanyalah anomali, bukan awal dari penurunan performa.

BACA JUGA : Kemenangan Derby Beri Sinyal: AC Milan Scudetto Mulai Terasa

Statistik Galatasaray vs Union Saint-Gilloise

Statistik Galatasaray Union Saint-Gilloise
Possession 66% 34%
Passes 552 290
Shots 15 16
Shots on target 3 5
Fouls 9 17
Yellow cards 6 2
Red cards 1 0
Offsides 1 4
Corners 4 5


Susunan Pemain Galatasaray vs Union Saint-Gilloise

Galatasaray (Pelatih: Okan Buruk): Ugurcan Cakir; Ismail Jakobs, Abdülkerim Bardakci, Davinson Sanchez, Roland Sallai; Ilkay Gundogan, Lucas Torreira; Baris Alper Yilmaz, Gabriel Sara, Leroy Sane; Mauro Icardi.

Union Saint-Gilloise (Pelatih: David Hubert): Kjell Scherpen; Ross Sykes, Christian Burgess, Kevin Mac Allister; Ousseynou Niang; Kamiel Van de Perre, Adem Zorgane, Anan Khalaili; Anouar Ait El Hadj; Raul Florucz, Promise David.

Happy
Happy
0 %
Sad
Sad
0 %
Excited
Excited
0 %
Sleepy
Sleepy
0 %
Angry
Angry
0 %
Surprise
Surprise
0 %

Related Post

Kembali Latih Liverpool

Harapan The Reds Menyala: Jürgen Klopp Buka Pintu Kembali Latih Liverpool Setelah Rehat StrategisHarapan The Reds Menyala: Jürgen Klopp Buka Pintu Kembali Latih Liverpool Setelah Rehat Strategis

Mu88bz.com – Kembali Latih Liverpool Mantan manajer legendaris Liverpool, Jürgen Klopp, telah membangkitkan kembali harapan di kalangan suporter The Reds setelah mengisyaratkan bahwa pintu Kembali Latih Liverpoolke Anfield tidak sepenuhnya

Alexander-Arnold Jelang El Clasico

Alexander-Arnold Comeback: Angin Segar Real Madrid Jelang Duel Kontra Juventus dan El ClasicoAlexander-Arnold Comeback: Angin Segar Real Madrid Jelang Duel Kontra Juventus dan El Clasico

Mu88bz.com – Madrid, 21 Oktober 2025 Real Madrid menerima suntikan moral signifikan menjelang rangkaian pertandingan krusial di dua kompetisi utama. Bintang lini pertahanan mereka, Alexander-Arnold Jelang El Clasico dilaporkan telah

MU Kehilangan Piala Afrika

Badai Tengah Musim: MU Kehilangan Piala Afrika, Amorim Pasrah Ditinggal Tiga Bintang KunciBadai Tengah Musim: MU Kehilangan Piala Afrika, Amorim Pasrah Ditinggal Tiga Bintang Kunci

Mu88bz.com – Manchester, Inggris, Sabtu (22/11/2025) Manchester United harus menghadapi tantangan besar jelang akhir tahun ini. Tiga pemain bintang Manchester United bakal meninggalkan klub untuk membela negara mereka di Piala