Menpora Erick Thohir menyatakan Indonesia membidik empat medali emas pada Asian Games 2026. Target tersebut dipatok dengan mempertimbangkan perubahan jumlah nomor pertandingan dibandingkan edisi sebelumnya.

Keputusan menjadikan empat medali emas sebagai sasaran nasional muncul setelah mengevaluasi komposisi cabang dan nomor yang tidak lagi dipertandingkan. Pada Asian Games sebelumnya di Hangzhou, Indonesia meraih tujuh medali emas.
Empat Medali Emas dalam Sorotan Publik
Penurunan target emas bukan semata soal kapasitas atlet, melainkan konsekuensi dari berkurangnya nomor yang dipertandingkan di ajang kali ini. Menpora menggarisbawahi bahwa perbandingan langsung dengan capaian pada Hangzhou tidak sepenuhnya relevan bila struktur nomor sudah berubah.
Dengan adanya pengurangan nomor, peluang untuk meraih jumlah medali yang sama secara otomatis menyusut. Pendekatan realistis ini dimaksudkan agar target terukur dan program persiapan lebih fokus pada peluang yang benar-benar mungkin dikonversi menjadi medali emas.
Fokus pembinaan pada 21 cabor unggulan
Pemerintah melalui program pembinaan akan mengarahkan sumber daya ke 21 cabang olahraga unggulan. Dari jumlah itu, 20 cabang merupakan cabang olahraga yang termasuk dalam program Olimpiade, yang dinilai strategis untuk pembinaan jangka panjang sekaligus peluang medali.
Pemfokusan ini mencakup alokasi pelatihan, penguatan pelatih, dan pemantauan perkembangan atlet secara lebih intensif. Langkah tersebut bertujuan memaksimalkan potensi pada cabor-cabor yang dinilai paling mungkin menyumbang medali, sesuai dengan kondisi pertandingan yang akan dihadapi di Asian Games 2026.
Cabor yang diandalkan
Beberapa cabang yang disebut memiliki peluang untuk menyumbang emas antara lain bulu tangkis, panjat tebing, dan angkat besi. Ketiga cabor ini dipandang memiliki tradisi prestasi dan atlet-atlet kompetitif yang berpeluang tampil maksimal jika persiapan dan dukungan berjalan baik.
Bulu tangkis tetap menjadi andalan mengingat tradisi panjang Indonesia di kelas internasional. Sementara panjat tebing dan angkat besi dianggap memiliki peluang spesifik pada nomor tertentu, sehingga pembinaan ditargetkan untuk menguatkan modal tersebut.
Strategi persiapan dan harapan
Erick Thohir menekankan pentingnya perencanaan yang realistis dan terukur dalam mempersiapkan atlet. Menetapkan target yang sesuai kondisi diharapkan mendorong semua pemangku kepentingan untuk bekerja lebih fokus pada cabor-cabor prioritas.
Selain intensifikasi latihan, strategi ini juga mencakup pemantauan kondisi atlet, penjadwalan uji coba yang relevan, serta peningkatan kualitas pembinaan pelatih dan fasilitas. Semua langkah diarahkan agar kemampuan atlet bisa mencapai puncak pada saat bertanding di Asian Games 2026.
Tata kelola harapan publik
Meskipun target ditetapkan lebih rendah dibanding capaian sebelumnya, pemerintah berharap penetapan sasaran realistis ini membantu mengelola ekspektasi publik sekaligus memberikan fokus operasional bagi tim pelatih dan pengurus cabor.
Langkah ini juga dimaksudkan untuk memastikan dukungan sumber daya teralokasi pada cabor yang memiliki peluang terbaik, sehingga usaha mencapai medali emas menjadi lebih efektif dan efisien.
Menpora menegaskan bahwa target bukan akhir dari seluruh usaha, melainkan bagian dari strategi jangka menengah untuk memperkuat pondasi prestasi olahraga Indonesia. Pendekatan yang lebih fokus diharapkan memberi dampak positif bagi perkembangan prestasi nasional di masa mendatang.
