Aprilia Silverstone kembali membuktikan keunggulannya akhir pekan lalu, namun pimpinan tim meminta kehati-hatian. Massimo Rivola menilai hasil positif di Inggris memang menggembirakan, tapi tidak boleh membuat tim terlena.

Di Silverstone, empat motor Aprilia tampil kompetitif dan tim pulang dengan dua podium kuat. Meski demikian, Rivola menekankan bahwa pengambilan sikap harus realistis karena beberapa karakter sirkuit memang lebih menguntungkan bagi RS-GP.
Aprilia Silverstone: Dominasi di Sirkuit yang Bersahabat
Hasil di Silverstone memperlihatkan dominasi Aprilia: pada akhir pekan tersebut tidak ada mesin yang mampu menandingi RS-GP secara konsisten. Tim hadir ke Inggris sebagai favorit, mengingat motor Aprilia selalu terasa sesuai dengan karakter sirkuit itu. Tahun-tahun sebelumnya Aprilia juga pernah menjuarai balapan di sana, termasuk dengan Aleix Espargaro pada 2023 dan Marco Bezzecchi pada 2025.
Tampilan Tim dan Hasil Balapan
Pada sesi kualifikasi dan balapan sprint, Jorge Martin mengunci pole lalu meraih kemenangan pada Sabtu, serta kembali naik ke podium pada Minggu. Sementara itu, pada Sabtu Ai Ogura finis di posisi kedua; Minggu lalu Raul Fernandez menegaskan dominasinya dengan meraih kemenangan Minggu—kemenangan perdana bagi Raul dalam balapan Minggu musim ini. Secara keseluruhan, podium di kedua balapan akhir pekan itu diisi penuh oleh pembalap Aprilia.
Kondisi Marco Bezzecchi dan Proses Pemulihan
Situasi personal Marco Bezzecchi menjadi salah satu cerita penting. Setelah mengalami empat hasil tanpa poin beruntun dan mengalami patah klavikula saat sesi kualifikasi di Jerman, ia kembali tampil di Silverstone dalam kondisi yang belum sepenuhnya pulih. Rivola memuji keberanian Bezzecchi karena sang pembalap mampu menyelesaikan balapan dan menempati posisi ketiga baik di sprint maupun di race utama, kendati Rivola mengakui Betapa berat perjuangan fisiknya — hingga merasa kesulitan berjalan seusai sesi pemanasan.
Dinamika Kejuaraan dan Jarak Antar Pembalap
Keempat motor Aprilia yang berlaga kini tersebar di posisi atas klasemen; seluruhnya berada dalam jarak 56 poin antara pemimpin klasemen, Jorge Martin, dan Raul Fernandez di posisi keenam. Dengan masih tersisa 370 poin yang diperebutkan, Rivola mengingatkan untuk tidak terpaku pada klasemen sementara dan lebih fokus pada pekerjaan harian tim. Sikap ini muncul sebagai upaya menjaga konsistensi sepanjang sisa musim.
Ducati, Karakter Sirkuit, dan Pertarungan Berkelanjutan
Di sisi lain, tim dari Borgo Panigale mengalami akhir pekan yang lebih sulit. Rivola mengamati bahwa performa tim lawan sangat bergantung pada karakter lintasan: ada sirkuit di mana Ducati unggul, sementara di lain Aprilia yang lebih diuntungkan. Ia menyinggung insiden balapan di Silverstone yang menunjukkan Ducati harus bekerja keras untuk kembali kompetitif, meski pada beberapa sesi mereka sempat menunjukkan potensi untuk kembali ke barisan depan jika kondisi dan posisi awal lebih menguntungkan.
Ambisi Aprilia: Gelar Konstruktor sebagai Prioritas
Rivola menegaskan prioritas tim adalah membawa Aprilia menjadi pemenang sebagai konstruktor, sebuah capaian yang ia nilai akan sangat berarti bagi seluruh orang di pabrik Noale. Meski secara personal ia tentu berharap salah satu pembalap pabrikan mereka yang menjadi juara dunia, Rivola menekankan bahwa prioritas tim adalah gelar bagi Aprilia secara keseluruhan, sebelum ambisi individu pembalap.
Secara keseluruhan, akhir pekan di Silverstone menjadi jawaban atas kebutuhan tim setelah periode sulit sebelum jeda musim panas. Hasil tersebut memberi suntikan moral terutama bagi Bezzecchi dan memberi bukti bahwa Aprilia mampu bersaing di berbagai konfigurasi sirkuit. Namun pesan Rivola jelas: keberhasilan harus direspons dengan langkah yang terukur, karena kejuaraan masih panjang dan setiap balapan punya karakternya masing-masing.
