Di sela selebrasi usai laga, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri terlihat merayakan kemenangan yang diraih lewat pertarungan tiga gim ketat. Kemenangan ini memberi penutup dramatis pada final yang sempat didominasi lawan di gim pertama.

Perjalanan pertandingan: kehilangan gim pertama, lalu bangkit
Namun kondisi berubah pada gim kedua ketika Fajar Fikri perlahan mengambil alih inisiatif. Dengan beberapa pertukaran poin yang ketat, pasangan Indonesia berhasil menutup gim kedua dengan keunggulan tipis 21-19. Hasil itu membawa laga ke gim penentu yang semakin menegangkan bagi kedua kubu.
Gim penentu penuh ketegangan
Gim ketiga menjadi momen penentuan yang memperlihatkan daya juang kedua pasangan. Dalam situasi sangat kompetitif, Fajar Fikri terus mampu merespons tekanan dan menjaga konsistensi pada poin-poin krusial. Kemenangan 21-19 di gim ketiga memastikan gelar China Open 2026 bagi mereka.
Skor akhir 16-21, 21-19, 21-19 mencerminkan perubahan momentum sepanjang pertandingan: dari ketertinggalan, bangkit, hingga menutup laga secara meyakinkan. Selebrasi setelah peluit akhir menandai kebahagiaan dan lega kedua pemain usai perjuangan panjang di lapangan.
Reaksi di lapangan dan suasana setelah laga
Usai pertandingan, Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri sempat merayakan kemenangan mereka di lapangan. Ekspresi kegembiraan terlihat jelas saat pasangan ini saling berpelukan dan mengangkat tangan sebagai tanda juara. Momen itu menjadi penutup yang emosional bagi final yang berlangsung sengit sejak gim pertama.
Makna kemenangan bagi Fajar Fikri
Kemenangan ini menegaskan kemampuan Fajar Fikri untuk bangkit ketika menghadapi tekanan. Bermain di arena internasional dan mengatasi pertandingan tiga gim yang melelahkan menunjukkan kualitas mental dan teknis pasangan Indonesia tersebut. Hasil di Changzhou menjadi catatan penting dalam perjalanan mereka di turnamen tersebut.
Meski laga final berakhir, momen kemenangan di China Open 2026 akan terus dikenang sebagai pertandingan yang menuntut fokus tinggi dan ketangguhan. Fajar Alfian dan Muhammad Shohibul Fikri meninggalkan lapangan sebagai juara setelah mengatasi perlawanan sengit dari pasangan Korea Selatan.
